Banjir Parah di Griya Martubung & Kelurahan Tangkahan — Warga Minta Bantuan Segera dan Perbaikan Drainase
Medan, 27 November 2025 —
Sejak Rabu malam (26/11/2025), hujan deras mengguyur Kota Medan dan sekitarnya, termasuk kawasan Medan Labuhan. Akibatnya, ratusan rumah di Perumahan Griya Martubung (Perumahan Griya I,II,III dan sekitarnya) serta permukiman di Kelurahan Tangkahan kembali terendam banjir.
📌 Situasi & Dampak
* Di Griya Martubung, ketinggian air mencapai ± 80 cm – hampir 1 meter, hingga masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabot.
* Jalan utama komplek dan jalan akses utama rusak/lumpuh — sejumlah kendaraan (motor & mobil) mogok, akses transportasi terhenti.
* Banyak warga terpaksa mengungsi karena rumah tak bisa dihuni sementara.
* Sistem drainase dan mekanisme retensi air — termasuk kolam retensi/“danau” di kawasan — gagal menampung debit air, bahkan air retensi meluap ke permukiman di area cekungan.
🆘 Tuntutan Warga & Saran Segera
Warga menghimbau kepada:
1. Pemko Medan, untuk segera turun tangan — evaluasi total sistem drainase & retensi air di Griya Martubung / Kelurahan Tangkahan; normalisasi saluran air; dan penataan ulang aliran agar air tak meluap ke rumah warga.
2. BPBD Kota Medan dan instansi terkait — agar segera membuka posko tanggap darurat: penyaluran bantuan pangan, dapur darurat, evakuasi warga yang terdampak, serta bantuan logistik bagi warga mengungsi.
3. Stakeholder lainnya (swasta, LSM, komunitas masyarakat) — ikut berpartisipasi lewat bantuan kemanusiaan: bahan pokok, air bersih, perlengkapan darurat bagi keluarga terdampak.
📣 Harapan Warga
“Komplek Griya sudah seperti kolam — air nggak bisa mengalir ke hilir karena hujan seharian tak berhenti. Tolong, Pemko perhatikan kami.” — Warga Griya Martubung
Warga berharap banjir parah seperti ini tidak terus berulang. Mereka mendesak agar perbaikan drainase dan sistem tata air dikaji ulang — dengan melibatkan pemerintah, instansi teknis, serta masyarakat — agar permukiman bisa bebas dari genangan di musim hujan mendatang.
🔎 Catatan Penting
Meski di kawasan tersedia kolam retensi / danau penampungan air (retensi), curah hujan lebat dan drainase yang buruk menyebabkan kolam meluap — menunjukkan bahwa sistem saat ini tidak memadai untuk menghadapi hujan intensitas tinggi.
* Hingga saat ini, belum terlihat keberadaan dapur umum, posko evakuasi atau bantuan darurat yang memadai bagi warga terdampak.
(TIM)




.png)
